Sabtu, 05 Maret 2011

Topografi wilayah yang didominasi perbukitan

Topografi wilayah yang didominasi perbukitan bukan kendala bagi para onthelis di Balikpapan, Kalimantan Timur. Justru itu tantangan dan menariknya. Tren publik kota minyak ini dalam menggemari onthel juga diyakini bertambah.

Hal itu dikatakan Ketua Onthel Balikpapan Mania (Obama) Soekadji, Sabtu (5/3/2011). Saat Obama berdiri tahun 2009, ada 40 anggota. Sekarang sudah 130 anggota. "Ini perkembangan bagus sehingga ke depan, saya yakin akan semakin banyak onthelis di sini," paparnya.

Jalanan yang naik turun di seantero Balikpapan malah dianggap sesuatu yang mengasyikkan dan menantang. Kalau jalan naik dan tidak kuat lagi mengayuh, kan tinggal dituntun sepedanya, ha-ha-ha," kata dia.

Lantas, apakah susah mencari onthel di Balikpapan? "Enggak juga. Ada kok onthel dari sini. Untuk harga, agaknya masih lebih mahal di Jawa. Kalau di Balikpapan, paling disukai onthel buatan belanda," lanjut Soekadji.

Jadi, siapa mau bergabung ke Obama?

Demikian catatan online im.eyeeagle.com tentang Topografi wilayah yang didominasi perbukitan.

Makhluk gaib yang disebut jenglot

Sejumlah warga di Gang Mama Dipa Jalan Jamika RT 02 RW 05 Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pekan lalu berhasil memburu dan menangkap makhluk gaib yang disebut jenglot.

"Kami menemukannya pada Jumat (24/2/2011) lalu. Untuk bisa menemukan jenglot tersebut, saya dan sembilan rekan melakukan semacam upacara ritual," kata Yogi Ginajar (21), salah seorang penemu jenglot tersebut, di Bandung, Jumat (4/3/2011) malam.

Jenglot setinggi 9-10 cm dengan rambut terurai sepanjang sekitar 30 cm ditemukan di sebuah toko penjual oli milik Wawan yang terletak di pinggir Jalan Jamika Bandung.

Untuk meyakinkan hasil tangkapannya itu, Yogi didampingi tiga rekannya, yaitu Aris, Dunga, dan Wawan, pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB, membeberkan proses penangkapan jenglot tersebut kepada para wartawan.

"Jadi, untuk memanggil jenglot tersebut, kami melakukan ritual seperti melaksanakan shalat hajat dan memakai wangi-wangian seperti minyak bilqis, javaron, dan misi," ujarnya.

Guna menjaga dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saat ini jenglot tersebut disimpan di rumah Muhammad Dunga.

"Jenglotnya disimpan di rumah Dunga, biar aman saja, dan kalaupun ada warga yang ingin melihat, mohon maaf tidak bisa. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Yogi.

Sementara itu, rekan Yogi, yakni Aris, yang tinggal di rumah yang dijadikan tempat ritual menangkap jenglot tersebut, menjelaskan bahwa jenglot yang kini dirawatnya memiliki wajah seperti serigala, berkuku, dan berambut cukup panjang.

Ketika proses ritual dilakukan, kata Aris, mereka menyiapkan sebuah stoples kosong yang ditutup dengan kain.

"Jadi begitu kami buka tutup kainnya, ternyata sudah ada jenglot. Ritual ini, gimana ya, mirip dengan menarik makhluk dari dunia lain ke lingkungan kita," kata Aris. Demikian catatan online im.eyeeagle.com tentang Makhluk gaib yang disebut jenglot.

Minggu, 20 Februari 2011

Duel maut di Lokalisasi Simpang Penimpur

Duel maut di Lokalisasi Simpang Penimpur (SP), Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat yang terjadi Jumat lalu (18/02) sekitar pukul 20.00 WIB menggemparkan warga sekitar. Pertarungan berdarah tersebut mengakibatkan satu orang tewas sementara satu lainnya sekarat. Alex Maktum, 45, warga Perumnas Sukajadi, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur ditemukan warga sekitar, sudah tergeletak bersimbah darah dalam keadaan tewas. Pria ini meregang nyawa diduga karena kehabisan darah lantaran luka tusuk di bagian belikat sebelah kiri.

Sementara itu, orang yang diduga menjadi lawan Alex,Heri Tono 35 tahun,warga Simpang Penimur RT06 Rw 05, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat juga dalam keadaan sama, tapi dia lebih beruntung walaupun mengalami luka tusukan cukup parah namun berhasil selamat. Usai kejadian oleh warga, di lokasi kejadian baik jasad Alex dan Heri yang dalam keadaan sekarat segera dilarikan ke RS Pertamedika.

Heri sendiri mengalami luka robek dibagian pelipis kiri, leher, dada dan dibagian perut hingga ususnya terburai. Akhirnya Heri yang berprofesi sebagai mucikari ini berhasil selamat setelah menjalani operasi selama beberapa jam.Belum diketahui jelas apa penyebab kedua hingga terjadi duel maut yang mengakibat keduanya mengalami luka-luka. Menurut Ketua RT di lokasi tersebut Alam, 50,menyebutkan, sebelum peristiwa berdarah itu keduanya sempat meminum miras di Kafe milik Edi alias Unyil.Tiba-tiba Heri yang diduga juga dalam keadaan mabuk ini memecahkan jendela kaca kafe tersebut. Melihat hal itu, Alex berusaha menegur namun rupanya teguran Alex itu membuat Heri naik pitam dan terjadilah keributan. Selanjutnya, keduanya keluar dan berkelahi di belakang kafe tersebut.

Hingga terjadilah pertarunganberdarahyangmenyebabkan Alex tewas di lokasi kejadian.Sementara, sumber pisau yang digunakan keduanya bertarung hingga saat ini belum diketahui polisi yang masih terus melakukan penyelidikan. Alam yang membawa keduanya ke rumah sakit menjelaskan, hanya mendengar suara orang menjerit dan juga laporan dari warganya kalau ditemukan ada dua orang yang berkelahi dibelakang kafe milik Edi. Mendapat kabar tersebut, dia bersama warga lain langsung mendatangi lokasi itu dan mendapati keduanya sudah bersimbah darah.Alex sudah tewas dan Heri dalam keadaan sekarat.

“Waktu kami sedang nongkrong di Poskamling, tibo-tibo ado warga datang ngomongke adao wong betujahan dibelakang Kafe Edi. Nah pas kami cek dak taunyo lah mati sikok di sano, sikoknyo lagi sedang sekarat,” akunya kepada polisi. Kapolsek Prabumulih Barat AKP Sakban yang menerima informasi dari anggotanya tentang insiden berdarah itu bersama anggotanya langsungmenuju TKP.“Penyebab keduanya berduel maut hingga sekarang ini masih kita selidiki,dari TKP tak ada saksiyangmelihatjelasketikakeduanya berduel maut,”pungkasnya. Demikian catatan online im.eyeeagle.com tentang Duel maut di Lokalisasi Simpang Penimpur.

Penggunaan dana pengelolaan limbah

Penggunaan dana pengelolaan limbah di RSUD Ibnu Sutowo dipersoalkan.Pasalnya walaupun telah dianggarkan di APBD namun sampah medis seperti botol infuse dan jarum suntik tak jelas pengelolaanya. Ketua Komisi III DPRD OKU Rusman Djunaedhi mengakui, tiap tahunnya DPRD OKU mengesahkan dana pengelolaan limbah tersebut. Namun, dirinya mengaku lupa berapa dana yang dianggarkan. “Untuk pengelolaan sampah medis tersebut sudah pasti ada dananya. Namun soal jumlah saya lupa berapa nominalnya”ujar Rusman.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) OKU Suharmasto menjelaskan, seharusnya sampah medis tidakdibuangbersamadengansampah lain karena sampah medis tersebut sudah pasti masih mengandung kuman penyakit. “Kalau langsung dibuang dan tidak lagi bersentuhan dengan masyarakat, saya kira tidak jadi masalah. Tetapi kalau sampai sampah tersebut masih diambil oleh pemulung dan nantinya dijadikan mainan anak-anak itu sangat berbahaya sekali”ujar Suharmasto.

Untuk itu,tambah Suharmasto, pada tahun 2007 yang lalu, di lingkungan RSUD Ibnu Sutowo telah dibangun tempat pembakaran sampah medis (insenarator) yang menghabiskan dana hampir Rp900 juta. “Seharusnya sampah medis tersebut dibakar di dalam insenarator dan selanjutnya abu hasil pembakaran baru dibuang ke tempat pembuangan sampah”jelasnya. Ketika ditanya soal dana operasional Insenarator, Suharmasto menjelaskan kalau dana tersebut sudah pasti ada karena memang insenarator tersebut harus tetap beroperasi untuk membakar sampah medis.“Kalau soal dana operasional, sudah pasti ada.Namun semuanya dikelola pihak rumah sakit,” jelas Suharmasto.

Sementara Kepala RSUD Ibnu Sutowo Abdul Rahman didampingi Kasubag Program Komaruddin menjelaskan, memang seharusnya untuk pembakaran sampah medis dilakukan maksimal satu minggu sekali. Tetapi karena terkadang anggarannya belum ada, maka pihaknya terpaksa menunggu dana terlebih dahulu.“Terkadang disaat listrik padam,bahan bakar untuk pembakaran sampah digunakan untuk mesin genset karena kita melihat tingkat urgensinya,” jelas Abdul Rahman. Diakuinya, untuk saat ini pihak rumah sakit tidak melakukan pembakaran, tetapi hanya mengumpulkan sampah medis tersebut untuk selanjutnya dibuang. Tetapi terkadang karena tempat penyimpanan sedah penuh, terpaksa sebagian dibuang ke dalam tempat penampungan sampah yang disiapkan oleh Dinas kebersihan dan Keindahan (DKK) OKU.

Sebelumnya, warga Baturaja mengeluhkan pengelolaan sampah di RSUD Ibnu Sutowo karena dibuang di dalam bak sampah. Padahal sampah tersebut seharusnya tidak boleh bersentuhan langsung dengan manusia karena dikhawatirkan masih mengandung penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Demikian catatan online im.eyeeagle.com tentang Penggunaan dana pengelolaan limbah.

Kekesalan warga Musi Banyuasin

Kekesalan warga Musi Banyuasin (Muba) terkait kondisi kerusakan jalan lintas tengah (Jalinteng) semakin menjadi-jadi. Setelah sebelumnya ditanami pisang, kemarin warga meletakkan spring bed rusak di atas jalan berlubang. Spring bed rusak tersebut dipasang warga di ruas Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Muba–Mura tepatnya di desa Serekah Kecamatan Babat Toman. Selain itu juga di dekat spring bed dipasangi tulisan bahwa jalan yang rusak merupakan tanggung jawab provinsi. Pantauan media massa, kerusakan jalan di Jalinteng Sekayu-Lubuk Linggau, cukup parah terjadi di 17 titik,mulai kecamatan Babat Toman hingga ke Lubuk Linggau. Seperti di Desa Ngunang depan SMP 1 Ngunang, Desa Penggageh, Desa Panai, Desa Air Balui, Desa Keban II, Desa Ngulak II dan Desa Kemang. Kerusakan jalan ini sempat menyebabkan jalan lumpuh di Desa Air Balui karena mobil terperosok ke dalam lobang hingga 1 meter.

Alimun, 38 warga setempat mengatakan sudah banyak warga yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak. Belum lagi mobil truk, pribadi yang terparter atau terjebak didalam jalan yang sudah seperti kobangan kerbau yang dipenuhi lumpur tanah. “Apalagi kalau musim hujan, mobil pribadi seperti model kijang dan sedan tidak bisa lewat,”katanya. Warga mengaku memasang spring bed karena sudah sangat terganggu dengan kondisi lalu lintas akibat kerusakan ini. Sejak jalan tersebut rusak, kenyamanan tidur warga di sekitar lokasi terganggu karena harus terus terjaga karena ada saja mobil rusak atau mengalami kecelakaan serta mobil terjebak dilobang atau lumpur. “Kami tentu minta agar jalan ini segera diperbaiki,” ujarnya.

Seorang pengendara tujuan Sekayu-Lubuk Linggau, Adiansyah, 28 mengaku prihatin kerusakan parah di Jalinteng tersebut. Menurutnya, beberapa kali kendaraan harus masuk bengkel karena mengalami kerusakan mesin. “Beberapa kali mesin bawah mobil harus terbentur lobang dan bebatuan,” tandasnya. Belum lagi jarak tempuh semakin lama sehingga biaya yang ditimbulkan semakin tinggi. Sementara saat dihubungi, Camat Sangat Desa, HM Sayuti menjelaskan kerusakan jalinteng Sekayu-Lubuk Linggau sudah terjadi sejak Desember 2009 lalu.

Namun tak kunjung diperbaiki. “Kalau warga memasang spring bed rusak atau spanduk jalan tanggung jawab provinsiitubentukkemarahanwarga yang sudah memuncak,”kata Sayuti. Menurut Sayuti, kerusakan jalan semakin parah selain terus digenangi air juga dilewati truktruk perusahaan perkebunan yang bertonase tinggi. “Kita minta kepada pihak perusahaan perkebunan untuk menimbun jalan rusak,”katanya. Ketua Fraksi PDI Perjuangan Muba Darwin AH menyesalkan sikap pemerintah provinsi (Pemprov) Sumsel yang tidak memerbaiki atau pro-aktif memerjuangkan perbaikan jalinteng di Muba. “Seharusnya Pemprov dapat lebih memperhatikan kondisi jalan ke pusat. Percuma membangun gedung yang megah kalau jalannya rusak,” tukasnya beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU-BM) Muba saat ini telah memerbaiki sebagian jalinteng yang rusak di kecamatan Betung – Kota Sekayu. Kepala Dinas PU-BM Muba Suhaimi mengatakan, pihaknya mengambil alih perbaikan jalinteng untuk mencegah dampak yang lebih parah akibat kerusakan jalan tersebut. Sebab meski telah lama rusak, belum ada tanda-tanda pemerintah pusat atau provinsi akan memerbaikinya. Demikian catatan online im.eyeeagle.com tentang Kekesalan warga Musi Banyuasin.

Kebakaran hutan

Kebakaran hutan yang melanda Kelurahan Prahudipo,Kecamatan Dempo Selatan,Kota Pagaralam sejak Sabtu (19/2) semakin meluas hingga kemarin. Pantauan media massa, titik sumber api atau hotspot sejak dua hari bertambah dari tiga menjadi enam di lokasi kebakaran hutan di sepanjang Sungai Lematang,Dusun Tanjungmenang dan Dusun Muaratenang, Kelurahan Perahudipo, Kecamatan Dempo Selatan.

Diperkirakan areal hutan yang terbakar sudah hampir mencapai ratusan hektare (ha). Masyarakat dan petugas pengendalian bencana kebakaran (PBK) Pemerintah Kota Pagaralam, hanya melakukan pemadaman secara manual karena lokasi tidak dapat dijangkau dengan kendaraan, selain berada di kawasan hutan lindung daerah aliran sungai (DAS) dan harus ditempuh sekitar tiga dua berjalan kaki.

“Memang sejak memasuki musim kemarau kebakaran hutan makin luas bahkan diperkirakan sudah mencapai ratusan hektare termasuk di kawasan Lematang Indah,”kata Parkazi Gumay warga Kota Pagaralam,yang memiliki kebun kopi tidak jauh dari adanya titik api,kemarin. Menurut dia,kebetulan sekitar empat hari tidak hujan sehingga membuat kondisi udara panas dan mudah terjadi kebakaran hutan, apalagi ada warga yang memanfaatkannya untuk membakar lahan perkebunannya di sekitar hutan. “Lokasi hutan terbakar berada di daerah perbukitan, jurang dan DAS yang cukup jauh dan sulit dijangkau dengan kendaraan PBK sehingga sulit dilakukan upaya pemadaman api,”ungkap dia.

Parkazi menambahkan, kebakaran juga sering terjadi pada malam hari diduga akibat ada orang yang membuang puntung rokok sembarangan atau pembakaran lahan untuk perkebunan. Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pagaralam Edy Thamrin mengungkapkan, sebelumnya juga puluhan hektare hutan terbakar di lokasi yang sama, namun kejadian ini pada malam hari sehingga menjadi hambatan petugas dalam melakukan upaya pemadaman dan ditambah lagi tidak ada jalan menuju titik api,”ujarnya. Dijelaskannya, upaya penanggulangan untuk memadamkan api sulit dilakukan dan ditambah lagi kebakaran hutan juga kian meluas di kawasan perbukitan bahkan hingga memasuki kawasan hutan lindung daerah aliran sungai yang cukup terjal. “Kami masih melakukan pendataan jumlah keseluruhan hutan yang terbakar dan termasuk mengimbau kepada warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan setiap kali dalam pembukaan lahan baru," tuturnya.

Dia merincikan, ada sekitar lima hingga enam titik sumber api yang menyebabkan bisa mencapai puluhan bahkan ratusan hektare hutan di Kecamatan Dempo Selatan terbakar. “Memang kalau memasuki musim kemarau cukup banyak warga yang melakukan pembakaran lahan untuk dibuat perkebunan kopi, karet dan kakao. Kita juga mencatat ada beberapa daerah yang rawan kebakaran hutan yaitu Kelurahan Atungbungsu, Perahudipo, Kecamatan Dempo Selatan dan Kelurahan Pelangkenidai, Rimbacandi dan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Tengah karena masih cukup banyak hutan yang mudah terbakar,”terangnya.

Sementara, Kapolres Kota Pagaralam AKBP K Abdul Sholeh mengemukakan, pihaknya telah menurunkan anggotanya yang ditugaskan untuk memantau langsung kawasan hutan yang terbakar terutama mengantisipasi semakin meluasnya titik api. “Kami belum mengetahui pasti penyebab terbakarnya hutan di daerah aliran Sungai Lematang, kalau memang ada unsur kesengajaan tentunya akan dilakukan tindakan tegas karena tindakan itu dapat merusak ekosistem di kawasan daerah tersebut,”tegasnya. Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan (Sumsel) Anwar Sadat mengungkapkan, pihaknya mencatat kawasan hutan di perbukitan bahkan pergunungan di Pagaralam, mulai terkikis akibat aktifitas masyarakat maupun perusahaan dalam mengembangkan lahan perkebunan secara bebas.

“Memang diakui, tidak sedikit masyarakat dalam membuka lahan perkebunan baru dengan cara membakar hutan. Dan ini menyebabkan rapuhnya paru-paru dunia, yang dapat mengancam kerusakan ekosistem yang ada,”kata Sadat. Menurut dia,yang memiliki peran besar dalam menjaga ekosistem alam di daerah itu tergantung pada pemerintah setempat. Demikian catatan online im.eyeeagle.com tentang Kebakaran hutan.

Tim formatur Golkar Makassar

Tim formatur Golkar Makassar mengakomodir saudara kandung Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, yakni Abadi Sirajuddin dalam struktur pengurus Golkar Makassar periode 2010-2015 mendatang. Berdasarkan draf komposisi pengurus yang diperoleh media massa, Abadi Sirajuddin mendapat posisi yang cukup strategis. Ketua Umum PSSI Makassar itu diplot mendampingi Farouk M Betta sebagai wakil sekretaris. “Pak Abadi memang sudah menjadi pengurus pada periode lalu.

Beliau pernah menjadi calon legislatif (caleg) di daerah pemilihan Tamalanrea dan Biringkanaya,” tutur Anggota Formatur Yagkin Padjalangi, kemarin. Yagkin yang juga Koordinator Wilayah (Korwil) Makassar DPD I Golkar Sulsel itu menyebutkan, pengakomodiran adik kandung mantan Ketua DPD I Golkar Sulsel itu sebagai bentuk regenerasi pengurus di Golkar Makassar.

Diketahui, 80% pengurus Golkar Makassar didominasi wajah baru. Sejumlah mantan pengurus partai politik (parpol) di Sulsel turut bergabung di Golkar Makassar di era kepemimpinan Supomo Guntur yang terpilih pada akhir Desember 2010 lalu. Para eks parpol tersebut yakni Rifai Saguni dan Rafli Fauzi. Dua politisi tersebut merupakan mantan pengurus PDIP Sulsel.Mereka diplot sebagai pengurus bidang. Eks pengurus parpol lainnya yang dipastikan bergabung yakni Anshari Sirajuddin (PDK Sulsel) dan Nurdin Tajri (PKPI).Nurdin diplot sebagai wakil sekretaris. “Memang banyak eks parpol lain yang bergabung ke Golkar. Dan komposisi pengurus yang sudah ditetapkan beberapa waktu lalu belum berubah.

Kalau ada pengurus yang belum mendapat surat keputusan (SK), kemungkinan masih bisa berubah,” jelas Yagkin yang juga Ketua Komisi E DPRD Sulsel itu. Tim formatur ikut menggaet sejumlah mantan pejabat di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Yakni mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Riefad Syuaib yang diplot pada posisi wakil ketua. Beberapa mantan aktivis mahasiswa dan tokoh-tokoh perempuan Makassar dipastikan bergabung di partai berlambang pohon beringin tersebut. Jumlah pengurus Golkar Makassar yang akan dilantik pada 28 Februari mendatang tercatat sebanyak 196 orang. Jumlah tersebut terdiri dari pengurus harian yang sebanyak 16 wakil ketua, 16 wakil sekretaris, bendahara dan 16 wakil bendahara.

Selain itu, sebanyak sembilan pengurus masing-masing memperkuat 16 bidang yang antara lain badan pemenangan pemilu (Bappilu), organisasi, kaderisasi, penelitian dan pengembangan (litbang), humas, organisasi kemasyarakatan (ormas) dan pembangunan daerah, serta bidang electoral atau penggalangan massa. Mengawali rangkaian pelantikan yang dijadwalkan pada pekan depan, Golkar Makassar pada hari ini akan melakukan orientasi pengurus baru di sekretariat Golkar Makassar. Orientasi tersebut menghadirkan pemateri Supomo Guntur selaku ketua terpilih. “Selain bentuk sosialisasi platform partai,kegiatan itu sekaligus perkenalan pengurus baru yang akan dilantik mengingat hampir 80% pengurus merupakan wajah baru di Golkar Makassar,” tutur panitia pelantikan Farouk M Betta.

Sekretaris Golkar Makassar ini menambahkan, pelantikan pengurus yang dilaksanakan di Hotel Grand Clarion akan dihadiri 5.000 orang yang berasal dari kader dan simpatisan Golkar Makassar. “Jumlah tersebut bukanlah pengerahan massa. Mereka adalah keluarga dari pengurus yang dilantik beserta simpatisan,” pungkasnya. Demikian catatan online im.eyeeagle.com tentang Tim formatur Golkar Makassar.